Saturday, June 2, 2012

Tingkatan kemampuan Deduksi

Ada 8 Tingkatan Deduksi
Kalau dalam teori kepribadiaanya Carl Jung.
Deduksi itu dimulai dari

Intuisi, menerima informasi yang bisa mengenali pola yang membuat kesan yang kita terima. Apakah orang ini orang yang baik atau harus diwaspadai.

Thinking, mengolah informasi secara logika, jadi pola-pola tadi harus bisa dijelaskan oleh akal karena kalau tidak kesan yang didapatkan dari intuisi hanya suatu prasangka.

Intuisi itu proses yang berjalan cepat, jadi waktu pertama kali kita bertemu seseorang, kita bisa mendapatkan kesan, sedangkan Thinking itu proses yang berjalan lebih lambat tapi kalau dilatih bisa akan cepat dalam menarik kesimpulan yang akurat.


Tingkatan Pertama

Tingkat paling dasar dan memerlukan kemampuan sederhana. Orang awam pun memiliki kemampuan ini secara sadar atau tidak mereka sadari. Sebagai contoh, ketika seseorang melihat ada seorang gadis memakai seragam sekolah berjalan agak terburu-buru dan waktu menunjukkan jam 6.50 pagi, semua orang akan menyimpulkan gadis itu tergesa-gesa menuju ke sekolah. Deduksi tahap dasar tidak memerlukan penalaran yang tinggi.
Dalam tingkat satu ini bisa didapatkan satu kesimpulan paling kuat, tapi bisa saja menipu jika ada informasi yang luput dalam penglihatan.

Tingkat Kedua.

Tingkat kedua seperti menebak halaman selanjutnya, menebak pola, atau tingkah laku yang kita amati. Contoh, seorang lelaki membawa korek gas di sakunya kesimpulan yang kita tarik adalah dia adalah seorang perokok atau seorang pemilik dagangan makanan yang membutuhkan korek untuk menyalakan kompor untuk memasak.
Tingkatan ini dapat melihat apa yang terjadi dan apa yang ada selanjutnya seperti.
1, 3, 5, 7, 9, ?
jawaban selanjutnya adalah 11. Kita hanya perlu tahu apa pola yang terjadi dan membuat daftar kemungkinan yang akan terjadi.
tapi kita tidak dapat mengharapkan banyak pada tingkat ini jika tidak banyak data atau pola yang terjadi misalnya.
1, 2, 3, ?
kita bisa saja menjawab 4 tapi bisa saja salah jika pola yang dimaksud adalah deret bilangan fibonacci yang menambahkan bilangan sebelumnya sehingga deretnya menjadi
1, 2, 3, 5, 8
Dalam tingkat dua, kita sadari dalam menerima kesan kita bisa melihat ada beberapa kesimpulan yang ada dan tidak bisa kita gunakan menarik kesimpulan akhir. Ini gunanya logika berpikir dalam penarikan kesimpulan. Intuisi ini berlangsung dengan cepat yang ada ditingkat pertama harus dilengkapi dengan intuisi yang bisa melihat penafsiran lain dalam melihat pola yang ada. Ingat informasi yang tidak lengkap bisa saja menimbulkan kesimpulan yang keliru.


Tingkat Ketiga
Pada tingkat ketiga deduksi yang dibuat hanya bersifat bisa berubah setiap waktu, karena jika kita bisa memakai intuisi kita melihat pola yang paling "kuat", dan pola yang "ada". Maka kesimpulan yang kita buat sebelumnya hanya berada dekat dengan "masa sekarang" bisa sedikit ke "masa depan" atau ke "masa lalu".
Misalnya kita melihat karyawan kantor terlihat dengan celana agak basah diujungnya tapi sepatunya kering dan situasi diluar sedang hujan yang berlangsung sudah lama.


Tingkat Keempat
Tingkat Kelima
Tingkat Keenam
Tingkat Ketujuh

Tingkat Kedelapan
Tingkat tertinggi, bisa membaca atau memprediksi masa depan yang dipengaruhi oleh manusia, dan benda.

4 comments: